Daftar Isi
Pernahkah melihat panggilan tak terjawab (missed call) dari nomor luar negeri yang tidak dikenal? Mungkin kode negaranya terlihat asing, seperti dari Afrika atau negara kepulauan kecil di Pasifik. Hati-hati, jangan gegabah untuk menelepon balik. Bisa jadi itu adalah Modus Wangiri, jebakan klasik yang masih sangat ampuh menguras pulsa atau membengkakkan tagihan telepon.
Mari kita bedah lebih dalam apa itu Wangiri dan bagaimana cara melindungi diri agar tidak menjadi korban berikutnya.
Apa Itu Modus Wangiri?
Istilah Wangiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti "sekali dering lalu tutup". Sesuai namanya, pelaku penipuan ini akan menelepon nomor target secara acak, namun hanya membiarkannya berdering satu kali.
Tujuannya bukan untuk berbicara, melainkan untuk memancing rasa penasaran. Pelaku berharap kita akan merasa khawatir ada urusan penting atau darurat dari luar negeri sehingga kita memutuskan untuk menelepon balik.
Bagaimana Mereka Mendapatkan Keuntungan?
Inilah poin krusialnya. Ketika kita menelepon balik, panggilan tersebut akan diarahkan ke nomor Premium Rate Service (PRS). Mirip dengan layanan ramalan atau kuis SMS berbayar di masa lalu, setiap detik panggilan ke nomor ini dikenakan tarif yang sangat mahal, jauh di atas tarif internasional normal.
Pelaku kemudian mendapatkan komisi dari setiap rupiah atau dolar yang berhasil disedot dari 0]pulsa kita. Semakin lama kita terhubung di telepon (biasanya mereka akan menggunakan mesin penjawab otomatis untuk menahan kita tetap di saluran), semakin besar keuntungan yang mereka raup.
Ciri-Ciri Panggilan Wangiri yang Harus Diwaspadai
Mengenali tanda-tanda awal bisa menyelamatkan isi dompet digital kita. Berikut adalah ciri-ciri umum serangan Wangiri:
- Hanya Berdering Sekali: Panggilan biasanya sangat singkat sehingga hampir tidak mungkin untuk diangkat tepat waktu.
- Kode Negara Asing yang Tidak Umum: Seringkali berasal dari negara yang jarang berhubungan dengan kita, seperti +247 (Pulau Ascension), +685 (Samoa), +881 (Global Mobile Satellite System), atau +675 (Papua Nugini).
- Waktu yang Tidak Wajar: Panggilan sering masuk pada tengah malam atau dini hari, saat kita mungkin kurang waspada atau merasa ada keadaan darurat.
- Panggilan Berulang: Pelaku mungkin menelepon beberapa kali dalam rentang waktu singkat untuk meningkatkan rasa cemas korbannya.
Langkah Antisipasi: Jangan Kasih Celah!
Jika mendapati panggilan misterius tersebut, lakukan langkah-langkah berikut:
- Abaikan Saja: Langkah paling efektif adalah tidak melakukan apa-apa. Jika itu benar-benar penting, penelepon biasanya akan meninggalkan pesan suara atau mencoba menghubungi lewat jalur lain seperti WhatsApp atau email.
- Cek Kode Negara di Google: Jika merasa ragu, ketikkan kode negara tersebut di mesin pencari. Biasanya akan muncul peringatan jika nomor tersebut terindikasi sebagai bagian dari scam internasional.
- Blokir Nomornya: Segera gunakan fitur blokir di smartphone agar nomor yang sama tidak bisa menghubungi lagi.
- Gunakan Aplikasi Pihak Ketiga: Aplikasi seperti Getcontact atau Truecaller sangat membantu untuk mengidentifikasi apakah nomor tersebut sudah pernah dilaporkan sebagai penipuan oleh pengguna lain.
- Laporkan ke Provider: Jika serangan terjadi secara masif, laporkan nomor tersebut ke layanan pelanggan operator seluler yang digunakan agar mereka bisa memutus akses nomor berbahaya tersebut.
Category: Keamanan
FAQ
Umumnya tidak. Bahaya utama Wangiri adalah ketika kita menelepon balik. Jika tidak sengaja terangkat, segera tutup. Namun, biaya besar biasanya hanya dikenakan pada panggilan keluar menuju nomor premium tersebut.
Biasanya mereka menggunakan sistem auto-dialer yang mengacak nomor secara otomatis, atau mendapatkan data dari kebocoran data (data breach) di internet.
Segera tutup panggilan. Hubungi operator seluler untuk menginformasikan bahwa telah menjadi korban penipuan agar mereka bisa memantau lonjakan biaya dan mungkin membantu proses penanganan jika tagihan membengkak tidak wajar.