Photo by Phyllis Lilienthal: https://www.pexels.com/photo/nasa-vehicle-assembly-building-in-cape-canaveral-33446461/
Daftar Isi
Setelah melakukan perjalanan epik sejauh ribuan kilometer mengelilingi Bulan, tantangan paling krusial bagi empat astronot misi Artemis II bukanlah di ruang hampa, melainkan saat kembali ke pelukan Bumi. NASA kini sedang fokus penuh pada satu titik kritis: Samudra Pasifik.
Titik pendaratan di laut atau yang dikenal dengan istilah splashdown menjadi pilihan utama karena air laut bertindak sebagai peredam benturan alami yang efektif bagi kapsul Orion.
Mengapa Samudra Pasifik Jadi Lokasi Pendaratan?
Memilih lokasi pendaratan tidaklah sembarangan. Samudra Pasifik dipilih karena beberapa alasan strategis:
- Area Luas dan Sepi: Meminimalkan risiko terhadap jalur pelayaran komersial.
- Kondisi Arus dan Cuaca: NASA memilih titik yang memiliki arus laut lebih tenang agar proses evakuasi lebih stabil.
- Kedekatan dengan Pangkalan Militer: Memudahkan koordinasi dengan Angkatan Laut AS (US Navy) yang bertugas menjemput kapsul.
Proses Evakuasi: Antara Teknologi dan Kecepatan
Ketika kapsul Orion memasuki atmosfer Bumi, ia akan melesat dengan kecepatan sekitar 40.000 km/jam sebelum akhirnya diperlambat oleh serangkaian parasut raksasa. Begitu menyentuh air, operasi penyelamatan tingkat tinggi dimulai.
- Pengerahan Tim Elit: Tim gabungan dari NASA dan US Navy akan mendekati kapsul menggunakan kapal perang khusus (seperti USS John P. Murtha).
- Pemeriksaan Keamanan: Sebelum pintu dibuka, teknisi harus memastikan tidak ada kebocoran gas beracun dari sistem propulsi kapsul.
- Evakuasi Astronot: Prioritas utama adalah mengeluarkan kru secepat mungkin untuk kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan intensif setelah berhari-hari dalam kondisi tanpa bobot.
Insight Praktis: Apa yang Dipelajari dari Pendaratan Ini?
Pendaratan Artemis II bukan sekadar "menjemput pulang", tapi merupakan data berharga untuk masa depan manusia di Mars:
- Ketahanan Material: NASA mempelajari bagaimana heat shield (pelindung panas) Orion bertahan menghadapi suhu ekstrem saat masuk atmosfer.
- Kesehatan Fisik: Peneliti memantau bagaimana tubuh astronot bereaksi terhadap gravitasi Bumi setelah terpapar radiasi ruang angkasa dalam durasi lama.
- Efisiensi Pemulihan: Data dari misi ini akan menentukan apakah prosedur yang sama bisa digunakan untuk misi rutin ke Bulan di masa depan atau perlu perombakan total.
Penjelasan Ringan: Bayangkan menjatuhkan telur dari lantai 10 ke dalam kolam air. Telur itu harus jatuh di posisi yang pas, tidak pecah, dan harus segera diambil sebelum tenggelam atau hanyut. Itulah gambaran rumitnya splashdown Artemis II!
Category: Tren Teknologi
Tag: NASA
FAQ
Mendarat di air jauh lebih aman untuk kapsul berukuran kecil seperti Orion karena air mampu menyerap energi kinetik sisa benturan dengan sangat baik. Selain itu, pendaratan di darat membutuhkan sistem roda dan pengereman berat yang akan mengurangi jatah muatan oksigen atau bahan bakar.
Bagian luar kapsul akan menghadapi panas ekstrem hingga 2.760°C. Ini hampir setengah dari suhu permukaan Matahari!
NASA memiliki beberapa titik pendaratan cadangan. Jika cuaca benar-benar ekstrem, sistem komputer di kapsul Orion memiliki kemampuan untuk menyesuaikan lintasan pendaratan agar meluncur ke area yang lebih cerah.